Belajarlah, Sebab Ilmu adalah Cahaya Kehidupan
Penyusun: Mahesa Tian/ Santri PMTQ Bukit Hidayah
Referensi Buku:40 Hadis Nasihat untuk Santri, Halaman 31–33
Pendahuluan
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik menegaskan bahwa mencari ilmu bukan sekadar pilihan, melainkan perintah yang melekat pada setiap insan beriman. Ilmu menjadi kunci bagi kemajuan manusia dan pembeda antara yang beriman dan yang tidak.
Dalam hadis ini, Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap orang Islam, dan mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak berhak mendapatkannya bagaikan mengalungi babi-babi dengan perhiasan, mutiara, dan emas.”
> (HR. Ibn Majah)
Hadis ini mengandung pesan mendalam: ilmu harus dicari dengan sungguh-sungguh, dan disebarkan kepada orang yang layak menerimanya agar tidak disalahgunakan.

Nilai dan Kedudukan Hadis
Hadis ini dinilai Hasan li Ghairih, artinya hadis yang kualitasnya menjadi baik karena diperkuat oleh banyak jalur periwayatan lain. Meskipun dalam sanad Ibn Majah terdapat perawi yang lemah seperti Hafs ibn Sulaiman dan Kathir ibn Syizir, namun banyak riwayat lain yang mendukung maknanya.
Isi hadis ini juga selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
> “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
> (QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
Dan juga:
> “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”
> (QS. Fathir [35]: 28)
Ayat-ayat ini memperkuat pesan Rasulullah ﷺ bahwa ilmu memiliki derajat tinggi dan membawa seseorang semakin dekat kepada Allah SWT.
Makna dan Pesan Hadis
Hadis ini tidak hanya berbicara tentang pentingnya belajar ilmu agama, tetapi juga seluruh ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Islam tidak membatasi pencarian ilmu hanya pada bidang keagamaan. Kedokteran, teknik, sains, hingga seni—semuanya termasuk bagian dari ilmu yang dianjurkan jika membawa kemaslahatan.
Menuntut ilmu berarti membuka diri untuk berkembang. Nabi mengajarkan agar kita tidak puas dengan pengetahuan yang sedikit. Seorang santri harus terus belajar, meneliti, dan mencari pemahaman baru. Belajar tidak hanya di sekolah atau pesantren, tapi juga dari pengalaman, alam, dan interaksi sosial.
Kaitannya bagi Santri dan Generasi Muda
Bagi santri, hadis ini menjadi pendorong untuk terus berjuang menuntut ilmu dengan niat yang lurus. Di tengah tantangan zaman modern, santri dituntut tidak hanya memahami kitab, tetapi juga mampu membaca dunia. Dengan ilmu, santri dapat menjadi penerang masyarakat dan pelopor kemajuan.
Pesan yang bisa kita ambil antara lain:
* Belajarlah ilmu yang bermanfaat bagi diri dan umat.
* Pilihlah bidang ilmu sesuai minat dan kemampuan agar dikuasai dengan mendalam.
* Jangan berhenti belajar, sebab ilmu tidak pernah habis digali.
* Jika ada ilmu penting yang belum dikuasai umat Islam, maka menjadi kewajiban sebagian muslim untuk mempelajarinya agar tidak tertinggal.
Penutup
Hadis “Belajarlah” bukan sekadar nasihat klasik, melainkan prinsip kehidupan sepanjang masa. Menuntut ilmu adalah ibadah yang tak mengenal batas usia, waktu, maupun tempat.
Bagi para santri, ilmu adalah jalan menuju kemuliaan. Dengan ilmu, mereka dapat memahami ajaran agama, memperbaiki diri, dan berkontribusi dalam membangun bangsa. Karena sejatinya, orang yang berilmu bukan hanya cerdas secara akal, tetapi juga bijak dalam amal.
Seperti pesan Rasulullah ﷺ, siapa pun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga. Maka, teruslah belajar—sebab dari pena dan ilmu, peradaban Islam pernah dan akan selalu bersinar.